Aku berada di persimpangan, persimpangan jalan
dimana aku harus mengejar atau menghampiri. Mengejar mimpi yang tengah berlari,
atau menghampiri yang telah menunggu. Ketika aku memilih untuk menghampiri, aku
tidak yakin dengan mimpi itu. Ketika aku ingin mengejar, mana aku mampu
mengejar mimpi yang sedang berlari? Tapi, bukankah ketika mimpi itu diibaratkan
dengan seseorang, ketika seseorang itu berlari, mustahil dia tidak lelah, pasti
dia akan berhenti dari larinya dan beristirahat, mungkin pada saat itu aku akan
mulai menghampirinya, membawa apa yang dia butuhkan dan membuatnya nyaman. Dan akhirnya aku memilih untuk diam di
pertengahan simpangan itu.
Aku masih tidak tau apa yang terjadi dengan
perasaanku, aku juga tidak faham dengan hubungan mereka. Semakin hari semakin
terlihat, ‘terpampang nyata’. Sudah berulang kali aku mencoba untuk
bersembunyi, aku mencoba meyakinkan perasaanku. Entah ini perasaan yang seperti
apa? Yang jelas aku sakit, aku sedih. Tapi, bukankah yang aku ingin adalah
senyumu? Meskipun senyum itu bukan dariku,, yang terpenting adalah kamu
tersenyum.
Aku fikir itu sudah membuatku senang. Tapi sepertinya
ada yang mulai berontak dalam hatiku, ada yang mulai mengatakan hal lain, yang
berbeda dari apa yang aku ungkapkan dengan mulutku tadi.
Aku iri dengan mereka,, aku juga ingin membuatmu
tersenyum karena ‘AKU’. Tapi,, sepertinya aku yang ingin membuatmu tersenyum
ini tersingkir oleh orang-orang yang mungkin sengaja atau tidak, telah mencuri
start untuk lebih dulu membuatmu tersenyum. Baiklah, biarkan aku disini. Memandang
kamu tersenyum dan tertawa dari jauh. Mungkin itu lebih baik, ya,,,, mungkin
lebih baik.
Semudah itu kah ? kenapa menyerah dini sekali? :)
BalasHapusiya memang itu yang lebih baik... ini bukan perihal menyerah atau apa,, tapi tentang lebih menghargai orang lain :)
BalasHapushehe okelah kalo begitu siip ;D :)
BalasHapus