Ketika musim memajang rindunya pada hujan
ada sebongkah cemas yang tak bisa kuucap
aku hanya ingin memelukmu dari senja hingga subuh tiba
setapak demi setapak
kudaki jalan terjal kerisauan
saat tiba dipersimpangan
ingin kutanggalkan segala ragu dan bosan
betapa kebimbangan telah berubah menjadi labirin
menjadi lingkar tanpa celah
tapi catatlah olehmu
tentang satu kepastianku
'aku tak'kan berpaling darimu'
Oleh : Fifi Abdullah
Tidak ada komentar:
Posting Komentar