Mengenalmu saja aku
rasa sudah cukup, mungkin mengagumi adalah kata yang lebih tepat. Karena tidak
mungkin aku bisa mencintaimu, apalagi memilikimu. Cara mencintai diriku saja
aku masih belum bisa, bagaimana bisa aku mencintaimu?
Sepertinya matahari tampak enggan mengikuti langkahku,
sengaja bersembunyi... atau memang dia sedang mengalah pada cuaca. Entah benar
atau tidak yang aku rasakan, yang pasti aku merasa menjadi pusat perhatian
semua orang, aku merasa pandangan orang dalam ruangan ini tertuju padaku. Mungkin
hanya fikiranku saja, tapi ketika aku bertanya pada gadis macho disebelahku,
diapun mengatakan hal yang sama. Oh Tuhan,,, rasanya aku sedang diawasi 100
mata kucing yang tengah siap menerkamku. Ini fikiran negativ, buang.. buang...
dan buang jauh-jauh.
Sepertinya mataku menabrak sesuatu, iya... ini
menakjubkan. Dia sedang menari diatas kertas, dia sedang bersama pena bergerak
diatas kertas. Jemari indah yang membuat aku berimajinasi terbang melayang
jauh. Bukan semua orang memiliki jemari indah seperti itu, dalam benakku
terlintas bahwa pemilik jemari itu pasti pandai memainkan nada J. Tapi entahlah, berhayal terlalu lama juga pasti
akan membuatku tidak fokus dengan materi ini.
Ketika sedang istirahat, rasanya aku ingin cepat-cepat
masuk kedalam ruangan itu. Rasanya aku ingin berlama-lama mencuri pandang
jemari itu. Aku melirik kesekeliling, jangan-jangan ada yang mengawasi mataku,
aku lebih berhati-hati, agar tidak ada yang tau bahwa sampai detik ini aku
masih mengagumi jemarimu. Aku suka jemari orang yang pandai memainkan nada, ya,,,
sangat suka sekali.
Tenang saja, aku tidak pernah berlama-lama memandangmu
ataupun jemarimu, sesekali hanya melihat sebentar. Karena kamu dan jemarimu
mengajak otakku untuk berimajinasi, mengajakku untuk melayang. Kamu inspirasi,
kamu inspirasiku. Tapi,,, entah mengapa aku tak pernah berani memandangmu lebih
lama, aku takut jika aku memandangmu lebih lama, ekor matamu menemukan mataku,
dan yang paling tidak bisa aku lakukan adalah bertabrakan pandang denganmu L.
Pernah kan? Ketika aku tengah asyik memandangi jemarimu
dan kemudian beralih ke wajahmu, tiba-tiba *jleb* kamu juga tengah memandangku,
segera aku palingkan wajahku agar terlihat aku sedang tidak mengawasimu. Tahukah
kamu bagaimana perasaanku saat itu? Hatiku kacau, aku tidak mampu lagi fokus ke
materi.
Aku
mengagumimu,, mengagumi setiap rentetan cerita tentangmu. Mengagumi jemarimu. Jika
aku tak mampu mendekapmu dalam nyataku, ijinkan aku memelukmu dalam mimpiku. Biarkan
tetap bernama kagum, dan biarkan aku mengagumimu dalam diamku. *MAC*
tulisannya bagus...
BalasHapushaha makasihh kek :P
Hapushahahaha,,,, pas sekali "MAC"
BalasHapushaha apanya yang pas kak :)
Hapusrasa2nya persis kisah masa lalu :(
BalasHapusmasalalunya siapa pak ketua?? :)
Hapusmasa lalu masa2 suramku :D
Hapushaha masa suram yang kek gimana? haha terjerumus lembah hitam?? wwkwkwk :P
Hapusterantuk batu trs kecemplung sumur kegelapan sedalam palung laut n hilang ditelan raksasa, haha #LebayModeOn
Hapusjiahhh,, lanjutinnn daaahhh :P
HapusKomentar ini telah dihapus oleh pengarang.
BalasHapushayy fii :) jangan lupa aku kyky :*
BalasHapushehe hayy juga ky :P
Hapus