Hidup-hidupilah Muhammadiyah, Jangan mencari hidup di Muhammadiyah

Selasa, 11 Juni 2013

KISAH KECILKU - " Hanya Mampu Mengagumimu "



Mengenalmu saja aku rasa sudah cukup, mungkin mengagumi adalah kata yang lebih tepat. Karena tidak mungkin aku bisa mencintaimu, apalagi memilikimu. Cara mencintai diriku saja aku masih belum bisa, bagaimana bisa aku mencintaimu?
            Sepertinya matahari tampak enggan mengikuti langkahku, sengaja bersembunyi... atau memang dia sedang mengalah pada cuaca. Entah benar atau tidak yang aku rasakan, yang pasti aku merasa menjadi pusat perhatian semua orang, aku merasa pandangan orang dalam ruangan ini tertuju padaku. Mungkin hanya fikiranku saja, tapi ketika aku bertanya pada gadis macho disebelahku, diapun mengatakan hal yang sama. Oh Tuhan,,, rasanya aku sedang diawasi 100 mata kucing yang tengah siap menerkamku. Ini fikiran negativ, buang.. buang... dan buang jauh-jauh.
            Sepertinya mataku menabrak sesuatu, iya... ini menakjubkan. Dia sedang menari diatas kertas, dia sedang bersama pena bergerak diatas kertas. Jemari indah yang membuat aku berimajinasi terbang melayang jauh. Bukan semua orang memiliki jemari indah seperti itu, dalam benakku terlintas bahwa pemilik jemari itu pasti pandai memainkan nada J. Tapi entahlah, berhayal terlalu lama juga pasti akan membuatku tidak fokus dengan materi ini.
            Ketika sedang istirahat, rasanya aku ingin cepat-cepat masuk kedalam ruangan itu. Rasanya aku ingin berlama-lama mencuri pandang jemari itu. Aku melirik kesekeliling, jangan-jangan ada yang mengawasi mataku, aku lebih berhati-hati, agar tidak ada yang tau bahwa sampai detik ini aku masih mengagumi jemarimu. Aku suka jemari orang yang pandai memainkan nada, ya,,, sangat suka sekali.
            Tenang saja, aku tidak pernah berlama-lama memandangmu ataupun jemarimu, sesekali hanya melihat sebentar. Karena kamu dan jemarimu mengajak otakku untuk berimajinasi, mengajakku untuk melayang. Kamu inspirasi, kamu inspirasiku. Tapi,,, entah mengapa aku tak pernah berani memandangmu lebih lama, aku takut jika aku memandangmu lebih lama, ekor matamu menemukan mataku, dan yang paling tidak bisa aku lakukan adalah bertabrakan pandang denganmu L.
            Pernah kan? Ketika aku tengah asyik memandangi jemarimu dan kemudian beralih ke wajahmu, tiba-tiba *jleb* kamu juga tengah memandangku, segera aku palingkan wajahku agar terlihat aku sedang tidak mengawasimu. Tahukah kamu bagaimana perasaanku saat itu? Hatiku kacau, aku tidak mampu lagi fokus ke materi.
            Aku mengagumimu,, mengagumi setiap rentetan cerita tentangmu. Mengagumi jemarimu. Jika aku tak mampu mendekapmu dalam nyataku, ijinkan aku memelukmu dalam mimpiku. Biarkan tetap bernama kagum, dan biarkan aku mengagumimu dalam diamku. *MAC*

13 komentar:

  1. hahahaha,,,, pas sekali "MAC"

    BalasHapus
  2. rasa2nya persis kisah masa lalu :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. masalalunya siapa pak ketua?? :)

      Hapus
    2. masa lalu masa2 suramku :D

      Hapus
    3. haha masa suram yang kek gimana? haha terjerumus lembah hitam?? wwkwkwk :P

      Hapus
    4. terantuk batu trs kecemplung sumur kegelapan sedalam palung laut n hilang ditelan raksasa, haha #LebayModeOn

      Hapus
    5. jiahhh,, lanjutinnn daaahhh :P

      Hapus
  3. Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.

    BalasHapus
  4. hayy fii :) jangan lupa aku kyky :*

    BalasHapus