Hidup-hidupilah Muhammadiyah, Jangan mencari hidup di Muhammadiyah

Jumat, 02 Agustus 2013

Tokoh Keperawatan Islam

kali ini saya akan mengulas tentang tokoh keperawatan Islam yang namanya tidak seterkenal Florence Nightingale :) beliau adalah Rufaidah binti Sa'ad.

Banyak perawat2 muslim tidak mengenal Rufaidah binti Sa’ ad, mereka lebih
mengenal tokoh keperawatan yang berasal dari dunia barat yaitu Florence
Nighttingale seorang tokoh keperawatan yang berasal dari Inggris.Apabila
kawan-kawan mau menelaah lebih jauh lagi ke belakang jauh sebelum agama Islam
menyentuh dunia barat, dunia barat saat itu mengalami masa kegelapan dan
kebodohan di karnakan kebijakan dari pihak gereja yang lebih banyak menguntungkan mereka
, tapi disisi lain di belahan dunia lainnya yaitu Jazirah Arab dimana Islam telah di ajarkan oleh Rasulullah ilmu pengetahuan mengalami kemajuan terutama dlm duni keperawatan. Bukan berarti rasul menjadi seorang tabib tapi dalam ajaran Islam yang beliau sampaikan mengandung ajaran dan
nilai2 kesehatan seperti: pentingnya menjaga kebersihan diri ( Personal Hygiene ),
menjaga kebersihan makanan, mencuci tangan, ibadah puasa, berwudhu dan lain
sebagainya.

Rufaidah binti Sa’ad memiliki nama lengkap Rufaidah binti Sa’ad Al Bani
Aslam Al-Khazraj yang tinggal di Madinah, dia lahir di Yathrib dan termasuk kaum
Ansar yaitu suatu golongan yang pertama kali menganut Islam di Madinah. Ayahnya
seorang dokter dan dia mempelajari ilmu keperawatan saat membantu ayahnya.
Dansaat kota Madinah berkembang Rufaidah mengabdikan dirinya merawat kaum
muslimin yang sakit dan membangun tenda di luar Mesjid Nabawi saat dalam
keadaan damai. Dan saat perang Badar, Uhud, Khandaq, dia menjadi sukarelawan
dan merawat korban yang terluka akibat perang. Dia juga mendirikan Rumah Sakit
lapangan sehingga terkenal saat perang dan Rasulullah SAW pun memerintahkan
agar para korban yang terluka di bantu oleh dia.

Rufaidah juga melatih beberapa kelompok wanita untuk menjadi perawat dan
dalam perang Khibar mereka meminta ijin kepada rasul untuk ikut di garis belakang
pertempuran untuk merawat mereka yang terluka dan rasul pun mengijinkannya.
Inilah dimulainya awal mula dunia medis dan dunia keperawatan.

Rufaidah juga memberikan perhatian terhadap aktifitas masyarakat, kepada anak
yatim, penderita gangguan jiwa, beliau mempunyai kepribadian yang luhur
danempati sehingga memberikan pelayanan keperawatan kepada pasiennya
dengan baik dan teliti. Sentuhan sisi kemanusiaan ini penting bagi seorang
perawat (nurse),sehingga sisi tekhnologi dan sisi kemanusiaan ( human touch ) jadi
seimbang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar